Acara diawali dengan pembukaan oleh MC Bu Wilda Nurlaila, dilanjutkan
dengan menyanyikan Indonesia Raya dan Mars IGI dengan dirigen Suci Apriliani,
Pembacaan Doa oleh Bapak H.Sukanda, Sambutan Ketua Panitia HGN Bu Sri Mulyani,
Sambutan Ketua Wilayah Jawa Barat Pak Anwar Sanusi, Sambutan Ketua Umum PP IGI
Pak Danang Hidayatullah, Sambutan dari Perwakilan Kepala Dinas Pendidikan
Provinsi Jawa Barat, Sambutan Ketua BBGP Jawa Barat sekaligus membuka acara Pak
H.Moh.Hartono, Tampilan Seni dari penari SMPN 2 Bojongsoang Kabupaten Bandung,
dilanjutkan dengan Seminar Nasional bersama Narasumber Ibu Dr. Itje Khodijah dan
Pak Danang Hidayatulloh yang dibersamai oleh Moderator Hj. Euis Hasanah,
Pembagian Hadiah untuk para pemenang Dewi Sartika Award, dan pembagian
Doorprize dari EPSON dan para sponsor, Rakerwil 1 yang dipimpin oleh Ibu Neni
Utami Adiningsih, dilanjutkan dengan Bootcamp.
Ucapan selamat kepada para juara Dewi Sartika award dari empat kategori
yaitu Guru Pengabdian Waktu, Guru Pengabdian Masyarakat, Guru Berdedikasi
Tinggi, dan Guru Daerah Terpencil. Yang mendapat penghargaan sebagai pemenang
adalah Dini Nurhasanah, S.Pd.Gr., Roni
Fardiansyah, S.Pd.I. M.Pd., Eriyana Putri Nuramdani, S.Pd., Deni
Romdoni, S.Pd., M.Pd., Indra Samsudin, S.Pd., M.Pd., Titin Supriatin, S.Pd., H. Suwarsono, M.M.Pd., Heru Budi Setyawan, S.Pd.PKn., Agustina Primadewi, S.Pd. dan
yayan Sopyan, S.Pd.
Penyampaian materi Seminar
Nasional dipaparkan oleh Ibu Dr. Itje Khodijah dan Pak Danang Hidayatullah sangat menarik
dan menggelitik dengan Tema “Apakah Perlu UN untuk Membangun Generasi Emas Melalui Evaluasi yang
Berkarakter”.
Hj. Euis Hasanah Pengurus IGI Jawa Barat selaku moderator menyimpulkan
bahwa:
1 Sekolah harus berinteraksi dengan siswa,
keluarga, dan masyarakat sebagai perwujudan amalan yang diberi amanah oleh
Allah SWT.
2. Ada tidaknya UN, yang penting adalah sekolah sebagai
sentra pengembangan anak yang harus berkolaborasi dengan masyarakat dan
keluarga, sehingga Tri Pusat Pendidikan bisa tercipta harmonis.
3. Setiap guru mengembangkan berbagai prilaku,
keterampilan, dan pengetahuan melalui pelajaran yang diampunya.
4. Evaluasi/penilaian adalah proses untuk
mendapatkan informasi. Pelaksanaan assesmen sebagai proses evaluasi bukanlah
akhir dari penilaian dan tidak selalu dalam bentuk evaluasi yang mengacu pada tujuan
bukan materi ajar.
5. Urutan assesmen adalah kurikulum Nasional,
program tahunan, program semester, tujuan pembelajaran, kemudian RPP.
6. Siswa sebagai ciptaan Tuhan akan tumbuh sesuai
kodratnya.
7. Siswa yang berkualitas akan dihasilkan dari guru
yang berkualitas
8. Proses mendewasakan manusia tidak boleh
tipu-tipu.
9. Mendidik adalah hal mulia dan harus dilaksanakan
dengan cara yang mulia.
10Mari maju dan bergerak bersama IGI, untuk
mencetak guru-guru profesional dengan Motto “SHARING AND GROWING TOGETHER”.
Boothcamp yang Menyenangkan
Selain acara seminar, kami menginap di Yonif 330, ada yang kebagian di Mess ada pula yang tidur di Barak, tidur bersama, berdiskusi bersama, bahagia bersama, makan bersama, dan tertawa bersama. Di Hari Minggu pagi, setelah selesai Shalat Subuh kami harus berkumpul di lapang untuk mengikuti olah raga pagi yang dipandu oleh Bapak-bapak ganteng dan gagah dari TNI Angkatan Darat Yonif 330. Setelah makan pagi dan istirahat sejenak, kami diajak oleh bapak-bapak TNI AD Yonif 330 untuk mengikuti rangkaian kegiatan Tim Building sesi 1,2,3 dilanjutkan dengan Penutupan.
Kegitan Rakorwil 1 yang dipimpin oleh Bu Neni Utami, Pak Zainal, Pak Kunkun, dan semua peserta memberikan hasil bahwa Rakorwil 2 akan
dilaksanakan di Kabupaten Bogor.
Boothcamp yang Menyenangkan
Selain acara seminar, kami menginap, ada yang di Mess dan di Barak, tidur bersama, berdiskusi bersama, bahagia bersama, makan bersama, dan tertawa bersama. Adapun kegiatan di Hari Minggu pagi, setelah selesai Shalat Subuh kami harus kumpul di lapang untuk mengikuti olah raga pagi yang dipandu oleh Bapak-bapak ganteng dan gagah dari TNI Angkatan Darat Yonif 330. Setelah makan pagi dan istirahat sejenak, kami diajak oleh bapak-bapak TNI AD Yonif 330 untuk mengikuti rangkaian kegiatan Tim Building sesi 1,2,3 dilanjutkan dengan Penutupan.
Dalam kegiatan Tim Building, kami diajak bersenang senang, dengan
mengikuti berbagai permainan yang menumbuhkan kerja sama dan kekompakan,
berlatih memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan, naik truk bersama,
nyanyi-nyanyi, semua kelihatan aktif, kreatif, kompak, ceria, dan bahagia.
Acara berakhir hari Minggu sore, semua peserta pulang ke tempat
masing-masing dengan selamat. Terima kasih kami ucapkan, semoga semua sehat
walafiat. Nagreg, 19-01-2025.
Posting Komentar untuk "IGI AWARD 2025 MENGGUNCANG YONIF 330 NAGREG, KABUPATEN BANDUNG"