MEMBANGUN GENERASI EMAS DENGAN CINTA DAN INSPIRASI BERSAMA IKATAN GURU INDONESIA (IGI)
Kontributor
Lili Priyani (Pengurus IGI Wilayah Jawa Barat)
Dalam
upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Barat, diperlukan berbagai
inisiatif yang mendukung pengembangan kapasitas guru, siswa, dan pemimpin
pendidikan. Sebagai agen perubahan, guru memiliki peran yang sangat strategis
dalam membangun generasi bangsa melalui
dedikasi, kreativitas, dan inspirasi. Namun, tantangan dalam dunia pendidikan
saat ini seperti perubahan kurikulum,
teknologi digital, dan kebutuhan siswa yang semakin beragam, menuntut guru dan
pemimpin pendidikan untuk terus beradaptasi dan berinovasi. Dengan semangat
“Membangun Generasi dengan Cinta dan Inspirasi,” IGI menghelat serangkaian kegiatan
ini bertujuan untuk mendukung para pendidik dalam memberikan kontribusi terbaik
bagi pembelajaran generasi penerus .
Kegiatan
diawali dengan acara pembukaan tanggal 18 Januari 2025, mulai pukul 08.00 WIB
sampai selesai. Kumandang lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Ikatan Guru Indonesia
(IGI) membahana di Aula Yonif 330
membakar semangat peserta yang
berasal dari seluruh daerah di Jawa Barat dan juga dihadiri oleh Pengurus Pusat
(PP) IGI. Dilanjutkan dengan pembacaan doa sebagai bukti patuh atas ketetapan
Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, bermunajat untuk kesuksesan dan keberkahan
acara.
Sebagai
Ketua Panitia, Ibu Sri Mulyani, menyampaikan kata sambutan sekaligus melaporkan
kesiapan kegiatan, dirangkaikan dengan kata sambutan dari Ketua Wilayah IGI
Jawa Barat, Bapak Anwar Sanusi.
Seminar
pendidikan akan menjadi wadah bagi para guru dan siswa untuk mendapatkan
wawasan baru dari para pakar dan praktisi pendidikan. Seminar ini akan
mengangkat tema-tema relevan yang membahas penguatan karakter, inovasi
pembelajaran, dan peran teknologi dalam mendukung pendidikan yang lebih efektif
dan inspiratif. Sebagai wujud apresiasi, penghargaan kepada guru berdedikasi
akan diberikan kepada guru yang telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam mendidik
dan menginspirasi siswa. Selain itu, Leadership Bootcamp akan memberikan
pelatihan kepada pemimpin sekolah dan guru tentang kepemimpinan berbasis
karakter dan kolaborasi, demikian laporan Ketua Panitia.
Menurut
Ketua Wilayah IGI Jabar, “Dalam rangkaian kegiatan ini akan diadakan Rapat
Koordinasi Wilayah IGI Jabar untuk
mengkonsolidasikan peran dan program Ikatan Guru Indonesia (IGI) di Jawa Barat.
Melalui rapat ini, seluruh pemangku kepentingan pendidikan dapat menyamakan
visi dan strategi untuk menghadirkan pendidikan yang inklusif, inovatif, dan
berbasis karakter. Selain itu, kegiatan menjadi momen penting untuk membangun
jejaring kerja sama antar guru, organisasi pendidikan, dan pemerintah daerah
untuk menghadapi tantangan pendidikan di masa depan,” ungkap Ketua Wilayah IGI
Jawa Barat.
Sambutan
berikutnya disampaikan oleh Kepala Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi
Jawa Barat, Bapak Mohamad Hartono, S.H., M.Ed. Beliau berharap IGI mampu
berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan melalui berbagai kegiatan
untuk peningkatan kompetensi guru. “BBGP siap berkolaborasi dan bersinergi
dengan IGI untuk hal ini”, demikian harapan Kepala BBGP Provinsi Jawa Barat.
Diselingi
dengan tampilan seni tari oleh siswa EKSTABOS (Ekskul tari bojes) SMPN 2
Bojongsoang, Kab. Bandung. Tari kreasi berjudul Wanoja karya Ibu Ristyana
Maharani, S.S. mampu memeriahkan acara.
Berikutnya
presentasi dari pihak EPSON yang dipaparkan oleh Ibu Hesti Astina (Product
Manager Visual Instrument Epson Indonesia) sebagai sponsor kegiatan. Sebagai sebuah
Perusahaan multinasional asal Jepang, PT EPSON sangat berperan dalam dunia
pendidikan. Produsen pencetak peralatan terkait fasilitas pendukung
pembelajaran, EPSON sebagai perusahaan riset dan pengembangan manufaktur hadir
memfasilitasi dunia pendidikan. Salah satunya dengan perangkat proyektor atau
infoccus yang lazim dipergunakan sebagai media pembelajaran. Tak salah jika IGI
menjalin kerjasama dan bermitra dengan
perusahaan penyedia peralatan terkait pencitraan dan informasi terbesar di
dunia ini. Hadiah doorprize yang dibagikan kepada peserta yang beruntung
merupakan apresiasi dari EPSON bagi para guru Indonesia.
Beranjak
ke acara inti dengan menghadirkan pembicara Bunda Itje Chodidjah (Ketua Harian
Komisi Nasional Indonesia UNESCO). Mengusung tema “Ujian Nasional: Perlu Gak Ya?”,
seminar pendidikan ini begitu dinanti para peserta yang sebagian besar
merupakan guru berbagai tingkatan.
“Evaluasi
itu bertujuan untuk mendapatkan informasi. Setelah mendapatlan informasi, lalu
untuk apa?”, demikian kalimat pemantik yang dilontarkan oleh narasumber hebat
dalam seminar ini.
Lebih
lanjut narasumber bertutur, “Karena ujian nasional itu, guru tidak punya waktu
untuk melakukan refleksi. Akhirnya kita berlomba-lomba untuk mendapatkan nilai
tinggi. Ada anak yang nilai ujiannya tinggi-tinggi, padahal tidak pernah belajar. Dapat darimana nilai
tinggi? Anak-anak dibohongi sejak mereka sekolah karena meskipun tidak belajar,
mereka bisa mendapatkan hasil yang baik.
Walhasil, terjadi sejarah kelam dalam ujian nasional waktu itu.”
Bunda
Itje berharap IGI menjadi organisasi bergerak untuk melakukan perubahan dalam
Ujian Nasional dan menyampaikan logika perlunya perubahan dalam pendidikan.
Bunda Itje bersedia menginfakkan ilmunya untuk kemajuan pendidikan bersama IGI.
Hal ini disambut dengan tepuk tangan meriah oleh para anggota IGI.
“Asesmen
dirancang untuk menunjang keberhasilan
proses. Di sini diperlukan motivasi bagi anak. Oleh karena itu, umpan
balik itu sangat penting untuk perbaikan pembelajaran bagi siswa dan guru”,
lanjut Bunda Itje.
Sebagai
penutup paparannya, Bunda Itje menyampaikan pertanyaan sebagai bahan refleksi
yaitu ketika hasil asesmen yang telah dilangsungkan dengan benar selama proses pembelajaran, apa gunanya Ujian Nasional? Apa tujuannya?
Informasi atau data yang diperoleh akan dimanfaatkan oleh siapa dan untuk
tujuan apa? Apakah sudah dipastikan bahwa semua sekolah di seluruh Indonesia,
baik guru dan proses pembelajarannya merata kualitasnya? Jika hanya fokus pada
mata Pelajaran tertentu saja, apa akibatnya, padahl semua mata Pelajaran yang
disediakan di sekolah adalah alat untuk menyiapkan kompetensi siswa dalam segi
kognitif, keterampilan, dan sikap? Apakah dapat dipastikan bahwa soal dibuat secara tepat untuk mengukur
capaian pembelajaran secara nasional?
‘’Mari
bersama kita kaji”, harapnya sambil menutup pemaparan.
Seminar
pendidikan masih berlanjut dengan menampilkan narasumber kedua yaitu Bapak
Danang Hidayatullah. Sebagai Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI), pria yang
lazim disapa Mas Danhid memotivasi anggota IGI agar berperan serta aktif dalam
meningkatka kualitas pendidikan, melalui
berbagai aksi nyata. “Bersama IGI, kita akan sharing and growing together,”
tandasnya.
Usai
sesi tanya jawab yang memberikan
kesempatan kepada beberapa penanya, moderator (Hj. Euis Hasanah, M.M.Pd.)
menutup sesi seminar pendidikan.
Acara
berlanjut dengan pengumuman dan pemberian penghargaan kepada pemenang DEWI SARTIKA
AWARD. Berikut ini pemenang untuk masing-masing katagori.
1.
Kategori
Guru Pengabdian Waktu:
Terbaik I Heru Budi Setyawan, S.Pd.PKn.: SMAIT Bina Bangsa Sejahtera Kota Bogor;
Terbaik 2 Drs. Suwarsono, M.M.Pd. : SMA Negeri 1 Rancaekek Kabupaten Bandung; dan
Terbaik 3
Agustina Primadewi, S.Pd.: TK Centre, Kabupaten Majalengka
2.
Kategori
Guru Pengabdian Masyarakat:
Terbaik 1 Roni Fardiansyah, S.Pd.I., S.Pd., M.Pd.:
SMPN 1 Sukalarang, Kabupaten
Sukabumi;
Terbaik 2 Dini Nurhasanah, S.Pd.,
Gr.,:SMAN 2 Cibinong Kab. Bogor;
Terbaik 3 Eriyana Putri
Nuramdani, S.Pd.: SDN Babakan Caringin
Kota Sukabumi
3.
Kategori
Guru Berdedikasi Tinggi
Terbaik 1 Deni Romdoni,
S.Pd., M.Pd.: SMK Negeri 3 Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya;
Terbaik 2
Indra Samsudin, S.Pd., M.Pd., : SMAN 1 Cikembar, Kabupaten Sukabumi;
Terbaik 3 Titin Supriatin, S.Pd.:
SMPN 1 Cimahi, Kota Cimahi
4.
Kategori
Guru Daerah Terpencil: GURU DAERAH TERPENCIL
Yayan Sopiyan: SMPN
2 Cidahu, Kabupaten
Kuningan.
Waktu beranjak siang, acara berakhir
dan ditutup dengan sesi foto bersama.
Terpancar rasa puas di wajah peserta karena kesempatan ini membawa
pencerahan dan mendapatkan asupan bernutrisi sebagai bekal untuk menjadi
pendidik yang profesional dan kompeten di bidangnya.
Seperti ungkapan Wakil Ketua I IGI Wilayah Jabar: Ibu Lilis
Ikaningsih, yang juga sudah
berkontribusi tanpa lelah demi kesuksesan acara, “Melalui ajang seperti ini,
menguatkan peran IGI sebagai wajah tercetusnya ide-ide segar yang
berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.”
Semoga IGI mampu mendorong profesionalisme keguruan serta pendewasaan dan
kemandirian para siswa, baik yang masih proses belajar maupun lulusan. Ke depan
diharapkan IGI mampu meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat luas
untuk bersama-sama membangun masa depan melalui pendidikan yang berkualitas
bagi generasi muda, sebagaimana termaktub dalam tujuan organisasi.
(Bekasi, 19 Januari 2025)
Posting Komentar untuk "MEMBANGUN GENERASI EMAS DENGAN CINTA DAN INSPIRASI BERSAMA IKATAN GURU INDONESIA (IGI)"